KSAU Pimpin Sidang Pantukhir Catar AAU Tahun 2023

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin Sidang Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) TA.2023 di Balai Prawiratama Setukpa, Lanud Adi Soemarmo, Solo, Kamis (20/7).
Sidang Pantukhir kali ini diikuti oleh 289 Calon Taruna/Taruni (Catar) AAU. Ratusan Catar tersebut terdiri dari 268 calon Taruna dan 21 calon Taruni yang berasal dari daerah di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Kapal Perang OPV Italia ITS Francesco Morosini Singgah Lima Hari di Jakarta
Momen ini menjadi penting lantaran TNI AU ingin mendapatkan pemuda-pemudi terbaik yg kelak akan menjalankan organisasi ini di masa depan dan tugas pokok dalam menjaga kedaulatan, keamanan nasional serta kepentingan nasional di udara.

Kepada para Catar, KSAU memberi ucapan selamat karena mereka telah berhasil lolos sampai pada tahap Pantukhir.
Baca Juga: KRI Bima Suci Laksanakan Etape Pelayaran dari Norwegia ke Skotlandia
“Selamat untuk yang nanti terpilih, bagi yang belum, jangan putus asa karena kalian masih ada kesempatan untuk mengulangi tahun depan,” ungkap KSAU dikutip dari keterangan Dispenau. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































