KSAU: Pengabdian Wara Dukung Wujudkan TNI AU yang Disegani di Kawasan

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) memimpin upacara peringatan HUT ke-59 Wanita Angkatan Udara (Wara) yang digelar di Lapangan Apel Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Jumat (12/8).
"Partisipasi Wara yang berlandaskan semangat Kanya Bhakti Sakti Sejati, tepat digunakan dalam mendukung TNI Angkatan Udara menjadi Angkatan Udara yang disegani di kawasan," ujar KSAU seperti dikutip dari laman resmi TNI AU, tni-au.mil.id.
Wara sudah mulai terlibat dalam sejumlah misi operasi militer perang (OMP) dan juga operasi militer selain perang (OMSP) sejak tahun 1963. Oleh karena itu, pada peringatan HUT ke-59, KSAU berharap agar momentum ini dapat memacu semangat pengabdian kepada bangsa, melalui TNI Angkatan Udara.
Saat ini Wara berjumlah lebih dari 2.000 personel dengan beragam pangkat mulai dari Sersan Dua hingga Marsekal Muda. Mereka aktif mengabdi di semua lini penugasan hingga tampil di kancah internasional sebagai pasukan penjaga perdamaian.
Kesuksesan tersebut bukti Wara adalah Srikandi bangsa yang bertekad kuat dan pemberani, sehingga menempatkan Wara sejajar dengan para wanita hebat dari Angkatan Udara negara lain. (yas)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































