KSAU: Pemerintah Indonesia Akan Tempatkan Personel Sipil dan Militer di SATCC

Jakarta, IDM - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan Indonesia dan Singapura telah menyepakati pembentukan kerangka kerja sama sipil dan militer dalam manajemen lalu lintas penerbangan atau Civil-Military Cooperation in Air Traffic Management (CMAC).
"Pemerintah Indonesia akan menempatkan beberapa orang personel sipil dan militer di Singapore Air Traffic Control Centre (SATCC)," ujar Fadjar dalam seminar Nasional Pasis Sekkau angkatan ke 111 di Gedung Pramanasala kampus Sekkau, Halim Perdanakusuma, Senin, (25/4).
Kesepakatan dari kedua negara tersebut bertujuan memberikan kepastian, terbuka jalur komunikasi aktif guna menjamin tidak terjadinya pelanggaran kedaulatan Indonesia, serta menghadirkan kelancaran dan keselamatan penerbangan pesawat sipil maupun militer yang melintas di wilayah Indonesia.

Selain itu, otoritas dalam penerbangan udara Singapura berkewajiban untuk mencegah dan memberi informasi adanya kemungkinan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing kepada otoritas pertahanan udara Indonesia.
Seminar Nasional Pasis Sekkau Angkatan ke-111, mengangkat tema "Implementasi Civil-Military Cooperation in Air Traffic Management (CMAC) Pasca Perjanjian Realignment FIR Indonesia-Singapura.”
Selain itu, Seminar tersebut mengundang beberapa narasumber, seperti Menteri Perhubungan RI (Menhub) Budi Karya, Kaskoopsudnas Novyan Samyoga, Direktur Utama Airnav Indonesia Polana Baluningsih Pramesti, Alternate Representative RI untuk ICAO Indra Sanada Sipayung dan Guru Besar Ilmu Hukum UNPAD Atip Latipulhayat.
Melalui penyelenggaraan seminar tersebut, Fadjar berharap bahwa mendapatkan berbagai masukan yang bersifat strategis dan penting bagi TNI AU sebagai stakeholder penegak kedaulatan di udara. (BFM)
Hankam

Didatangi Dubes Aljazair, Menhan Sjafrie Bahas Kolaborasi Pertahanan
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Dubes Aljazair Abdelouahab Osmane di Kemhan RI untuk mempererat hubungan persahabatan serta memperkuat kemitraan strategis pertahanan kedua negara.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































