KSAU Melepas 93 Calon Jamaah Haji TNI AU

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melepas 93 calon jamaah haji TNI Angkatan Udara (TNI AU) tahun 1444 H/2023 M di Mabesau, Jakarta, Rabu (17/6).
Ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT, kepada hambanya yang terpilih untuk berangkat ke tanah suci. Untuk itu, kepada para calon jemaah haji TNI AU, KSAU berpesan agar senantiasa bersyukur atas kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang sangat mulia ini.
Baca Juga: Daftar Prajurit TNI AL Peraih Medali di SEA Games 2023
“Murnikan niat ibadah haji ini dengan tulus, ikhlas hanya mengharap ridho dari Allah, Insya Allah akan diberi kemudahan dari Allah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," ungkap Fadjar.
Dikutip dari keterangan Dispenau, Kamis (18/5), calon jamaah haji TNI AU tahun ini seluruhnya berjumlah 93 orang, dengan rincian 55 orang Timlak Urusan Haji TNI AU dan 38 orang Kelompok Bimbingan Haji Umum.
Baca Juga: KSAL Pimpin Pengukuhan Komandan KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626
Sementara itu, sudah ada 451 calon jemaah haji TNI AU yang masuk daftar tunggu pada musim haji di tahun tahun berikutnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































