KSAU: Latihan Angkasa Yudha Jadi Pembuktian Profesionalisme Personel dan Doktrin TNI AU

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan, Latihan Angkasa Yudha harus menjadi ajang pembuktian profesionalisme personel sekaligus implementasi doktrin TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan udara nasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat KSAU menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2025 di Mabesau, Jakarta, Senin (4/8).
Dalam arahannya, Tonny juga menyoroti pentingnya memasukkan simulasi potensi ancaman modern, seperti serangan siber yang dapat melumpuhkan sistem logistik serta operasional militer.
Baca Juga: Pesan KSAL untuk 123 Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoal
“Kita tidak hanya bicara pertahanan udara. Serangan siber bisa melumpuhkan sistem logistik dan operasional. Ini harus kita simulasikan,” ujar Tonny dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Selasa (5/6).
Lebih lanjut, KSAU mengingatkan agar pelaksanaan Latihan Angkasa Yudha tidak hanya bersifat seremonial atau hanya meningkatkan kualifikasi secara formalitas.

Ia menekankan pentingnya uji medan nyata, seperti latihan operasi militer (Military Operations Training/MOT), agar latihan rutin ini dapat benar-benar mencerminkan kesiapan tempur TNI AU.
Adapun paparan RGB yang diterima KSAU disampaikan oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa yang bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat).
Baca Juga: Penjelasan TNI soal Penempatan Prajurit di Rumah Jampidsus dan Rantis Anoa di Kejagung
Sejumlah hal yang disampaikan oleh Dankodiklatau perihal Latihan Angkasa Yudha tahun ini meliputi skenario latihan, kesiapan satuan, serta tujuan strategis latihan yang dirancang sebagai tolok ukur kemampuan tempur matra udara, sekaligus bagian penting dalam pembinaan kesiapan operasi udara gabungan.
Tahun ini, Latihan Angkasa Yudha bakal mengusung tema "Kogasudgab Melaksanakan Operasi Udara di Mandala Operasi Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, dan Wilayah Papua, Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Kogab TNI." (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































