HANKAM

Pesan KSAL untuk 123 Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoal

perwira siswa
123 perwira siswa TNI resmi mengikuti pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-64, Jakarta, Selasa (5/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Sebanyak 123 perwira siswa resmi mengikuti pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-64 tahun 2025.

Pendidikan reguler yang dibuka langsung oleh Komandan Seskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo di Jakarta, Selasa (5/8) itu melibatkan 123 perwira siswa terdiri dari 116 TNI AL, yakni korps pelaut (27); korps teknik (23); korps elektronika (9); korps suplai (16 orang); korps Marinir (22), korps kesehatan (5); korps khusus (8); korps polisi militer (3); dan korps hukum (3).

Selain itu, pendidikan reguler ini juga diikuti oleh tiga perwira siswa TNI AD dan empat lainnya dari TNI AU. Dari total 123 perwira siswa pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-64, sebanyak 121 orang di antaranya pria dan 2 perempuan.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Pembicaraan Saat Prabowo Panggil Kepala BIN-Pimpinan TNI di Hambalang

Ariantyo mengatakan pendidikan reguler Seskoal adalah wadah pengembangan pola pikir, sikap, dan tindak para perwira, berorientasi pada pembentukan kepemimpinan yang tsngguh, cerdas, dan adaptif.

Danseskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
Danseskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo menyematkan tanda pendidikan reguler angkatan ke-64 kepada masing-masing perwakilan matra siswa. (Foto: Dok. Dispenal)

"Di Seskoal para perwira siswa akan ditempa dan dibekali kemampuan menyusun strategi operasi laut, mempertajam daya analisis, memperluas cakrawala pandang, serta mengembangkan visi dan terobosan inovatif dan tepat dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis," kata Ariantyo, saat membaca amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dikutip dari keterangan Dispenal.

Pendidikan reguler Seskoal juga bertujuan membentuk prajurit profesional, tanggap, tangguh, trengginas, serta memiliki mental kepribadian yang baik, disiplin tinggi, kepemimpinan rela berkorban, santun, dan kuat secara jasmani.

Baca Juga: KSAD Resmikan Fasilitas Pengairan di Brebes, Bangun Pipanisasi 8 Km untuk Tiga Desa

"Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi di tingkat matra dengan slogan pusat keunggulan di bidang pendidikan, harus dapat mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas," lanjut Ariantyo.

Para perwira siswa diminta untuk mengasah intelektual hingga membentuk karakter yang kuat selama menjalani program pendidikan reguler.

"Kerahkan seluruh potensi yang ada selama pendidikan. Besar harapan kepada seluruh perwira siswa sebagai calon-calon pemimpin negara maupun pemimpin TNI yang siap menghadapi tanggung jawab besar di masa yang akan datang," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.