KSAU Hadiri Upacara Penyambutan Satgas Kontingen Garuda UNIFIL 2023

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menghadiri upacara penyambutan satuan tugas (Satgas) Kontingen Garuda beserta Milstaf Seceast UNIFIL tahun 2023.
Melansir keterangan TNI AU, Kamis (14/3) disebutkan, jumlah personel TNI dari tiga matra yang tergabung dalam Satgas kali ini berjumlah 1.088 prajurit, dengan Kolonel Inf Syafruddin bertindak sebagai pimpinan Satgas.
Baca Juga: Cerita Peacekeepers TNI di Lebanon selama Perang Palestina-Israel
Ribuan personel TNI itu bertugas selama 12 bulan di Lebanon dengan tugas utama untuk menjaga perdamaian dunia, serta mengharumkan dan membanggakan bangsa Indonesia di forum international.

Upacara penyambutan Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (14/3).
"Selamat atas penghargaan dan prestasi yang telah diraih selama penugasan di Lebanon," kata Panglima TNI.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Terima Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN
Ia turut mengapresiasi upaya Satgas dalam mengimplementasikan visi TNI yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, Adaptif); serta menjaga perdamaian dunia dengan luhur dan mulia.
"Manfaatkan pengalaman dan prestasi yang didapat selama penugasan untuk pengembangan satuan dan kemajuan TNI. Sebagai penghargaan atas kesuksesan dalam misi perdamaian dunia, Satgas TNI UNIFIL TA 2023 dianugerahi tanda kehormatan Satya Lancana Santi Dharma oleh negara," sambung Panglima. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































