KSAU Dianugerahi Wing Kehormatan Hiu Kencana TNI AL

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dianugerahi brevet Wing Kehormatan Hiu Kencana TNI Angkatan Laut (TNI AU).
Penyematan brevet tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di atas KRI Aluguro-405, yang bersandar di Dermaga 100 Jakarta, Senin (28/11).
“Penyematan Brevet merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL kepada pejabat tinggi negara, TNI-Polri, tokoh nasional, serta masyarakat yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan untuk kejayaan TNI AL,” tulis Dispenau dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Indonesia Defense Magazine.
Baca: Respon Surpres, Puan Bakal Umumkan Calon Panglima TNI di DPR
Penghargaan yang sama juga juga disematkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa, dan Anggota 1 BPK RI N. Adhi Suryadyana. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































