KSAU Dianugerahi Gelar Kehormatan Ksatria Padma Dirgantara

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima penganugerahan gelar kehormatan 'Ksatria Padma Dirgantara' dari Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat (25/8).
Melansir keterangan Dispenau, Sabtu (26/8) dijelaskan, gelar kehormatan tersebut diberikan kepada Fadjar lantaran ia dinilai sebagai tokoh yang mampu menyatukan dirgantara Indonesia.
Selain itu, pemberian gelar kehormatan ini sekaligus menjadi wujud penghormatan Puri Ageng Blahbatuh kepada Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Baca Juga: Menang Turnamen Piala KASAD, 8 Putra Putri Papua Berangkat Pendidikan Bintara PK TNI AD
Prosesi penganugerahan tersebut diawali dengan penyematan ‘Pin Emas’ sebagai warga kehormatan Puri Blahbatuh dari Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana.
“Pin disematkan di bagian ulu hati sebagai simbol bahwa seorang pemimpin harus memimpin dari lubuk hati,” tulis Dispenau.
Sebagai informasi, ini bukanlah gelar kehormatan adat pertama yang diterima oleh Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Sebelumnya, Fadjar dianugerahi gelar kehormatan adat oleh Majelis Latupati Maluku, 'Ama Elakekai Saka Runa Sanaeno' pada Juli 2022.
Baca Juga: Pangkostrad: Jadilah Prajurit yang Sederhana dan Berkomitmen dalam Tugas
Gelar tersebut diberikan lantaran Fadjar dinilai sebagai seorang pemimpin penjaga kedaulatan angkasa di Maluku.
Selanjutnya, pada Maret 2023, KSAU mendapat gelar adat 'An Honi An Tao' (Anak Kandung) Biinmafo saat berkunjung ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































