KSAU Beri Penghargaan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada Panglima Tentera Udara Diraja Malaysia

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memberi penghargaan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada Panglima Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Mohd Asghar Khan bin Goriman Khan.
Penganugerahan tersebut dilakukan bersamaan dengan momentum KSAU menerima kunjungan kehormatan Panglima TUDM di Mabesau, Jakarta, Kamis (5/12).
Baca Juga: Dukung Visi-Misi Prabowo, TNI AL Berupaya Wujudkan Kemandirian Inhan Maritim
“Penghargaan ini mencerminkan komitmen TNI AU untuk terus menjaga hubungan harmonis dan memperkuat sinergi dengan negara sahabat demi stabilitas kawasan,” tulis TNI AU yang diunggah melalui instagram @militer.udara, dikutip Jumat (6/12).

Selain penganugerahan penghargaan, pertemuan KSAU dan Panglima TUDM juga menjadi momentum penting yang ditandai dengan penandatanganan Terms of Reference untuk program kerja sama pendidikan, khususnya siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) antara TNI AU dan TUDM.
Baca Juga: Penuhi Standar Kelayakan, Marinir Uji Verifikasi Ranpur BVP-2
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel kedua angkatan udara,” pungkas TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































