HANKAM

KSAU Apresiasi Penampilan Memukau Tim Demo Udara HUT ke-80 RI

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono menemui para penerbang dan kru demo udara HUT ke-80 RI di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengapresiasi penampilan seluruh penerbang dan kru yang terlibat dalam tim demo udara pada upacara peringatan HUT ke-80 RI, Minggu (17/8).

Menurut KSAU, mereka telah memberikan penampilan atraksi udara yang memukau di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia.

“Luar biasa, kalian telah menunjukkan pengabdian terbaik. Terima kasih atas pelaksanaan tugas yang berjalan aman, selamat, dan profesional,” ujar Tonny di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta seusai menghadiri upacara di Istana Merdeka.

Baca Juga: Komandan Misi Ungkap Alasan RI Gunakan Metode Airdrop dalam Penyaluran Bantuan ke Gaza

Seusai bertugas, para penerbang beserta kru akan kembali ke home base masing-masing. Untuk itu, KSAU pun berpesan agar faktor keselamatan (safety) tetap menjadi prioritas. “Kalian harus membawa pesawat dengan aman dan selamat kembali ke home base,” pesan KSAU.

HUT ke-80 RI
Formasi angka 80 yang dibentuk oleh pesawat-pesawat tempur TNI AU saat demo udara HUT ke-80 RI. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Dilansir dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (18/8), sebanyak 39 pesawat milik TNI AU dikerahkan dalam demo udara HUT ke-80 RI. Rangkaian alutsista itu meliputi pesawat tempur F-16, T-50i Golden Eagle, serta Hawk 100/200.

Kemudian, terdapat helikopter EC_725 Caracal serta NAS-332, dan pesawat Kt-1B Woong Bee yang digunakan oleh Jupiter Aerobatic Team (JAT).

Baca Juga: TNI Bangun Sekolah Baru di Papua, Kado HUT ke-80 RI

Salah satu yang menarik pada demo udara tahun ini adalah formasi angka 80, yang dibentuk oleh pesawat-pesawat tempur TNI AU untuk melambangkan usia kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, helikopter TNI AU juga berkolaborasi dengan helikopter Apache (TNI AD), Phanter (TNI AL), AW 169 (Polri), dan Dauphin (Basarnas) untuk mengemban misi fly past giant flag yang melintas di langit Jakarta. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.