KSAU Apresiasi Kesiapan Garuda dan Nusantara Flight

Jakarta, IDM - TNI dan Polri, khususnya TNI AU, patut bersyukur karena diberikan kepercayaan untuk mengisi HUT Ke-77 Kemerdekaan RI melalui kegiatan Garuda Flight dan Nusantara Flight pada yang akan dipertunjukkan pada 17 Agustus mendatang di atas istana negara, Jakarta.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau kesiapan Garuda dan Nusantara Flight dalam latihan hari ketiga di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/8).
Apresiasi juga turut disampaikan oleh Fadjar kepada seluruh unsur yang terlibat dan telah mendedikasikan kemampuan mereka pada latihan selama tiga hari ke belakang. KSAU kemudian meminta hal tersebut untuk dipertahankan.
“Sebagai aircrew dan insan aviasi, kita memiliki bahasa yang sama yaitu safety dan prosedur. Apapun yang telah dilatihkan, dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas KSAU.
Fadjar berharap agar faktor keselamatan (safety) juga dapat terus diperhatikan oleh seluruh unsur yang terlibat dalam misi Garuda Flight dan Nusantara Flight. (yas)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































