KSAL Tinjau Pos Babinpotmar di Riau

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melaksanakan kunjungan kerja ke Riau, Rabu (5/6).
Sejumlah kegiatan dilakukan Ali, termasuk meninjau Pos Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) di Desa Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
Baca Juga: KSAD Resmikan Monumen Perjuangan Korps Polisi Militer di Lampung
Selain mengunjungi salah satu pos TNI AL, Ali juga melakukan sejumlah rangkaian acara untuk merangkul masyarakat. Salah satunya adalah bakti sosial yang ditandai dengan pemberian paket sembako secara simbolis kepada perwakilan warga.
"Kegiatan Baksos TNI AL yang digelar merupakan wujud kepedulian dan bentuk komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada," tulis keterangan resmi yang dikutip dari Dispenal.
Baca Juga: Pesan Dankodiklatau kepada Lulusan Setukba TNI AU A-44: Bangun Karakter Disiplin dan Loyalitas
Adapun sebelum melakukan peninjauan Pos Babinpotmar, Ali menerima gelar adat sebagai Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa. Gelar tersebut disematkan langsung oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Pekanbaru. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































