KSAL Serahkan Mobile EM Radar kepada Korps Marinir

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyerahkan kendaraan taktis (rantis) Mobile EM Radar kepada Korps Marinir, Senin (29/07).
Pemberian rantis buatan perusahaan dalam negeri yang fokus pada teknologi penangkal drone tersebut diterima langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi di Jakarta.
Baca Juga: Bertolak ke Serbia, Prabowo Temui Presiden Aleksandar Vucic Perkuat Persahabatan Kedua Negara
Sesuai fungsinya, alutsista terbaru ini diproyeksi akan memperkuar pertahanan Korps Marinir, terutama dalam mendeteksi ancaman.
Adapun sebelum diserahkan kepada Korps Marinir, TNI AL terlebih dahulu melatih sejumlah personel di Mabesal pada pertengahan Juli 2024 lalu. Materi pengoperasian alat menjadi salah satu menu belajar yang diikuti oleh sejumlah personel Korps Marinir.
Baca Juga: Pangkoopsudnas Apresiasi Penampilan Delegasi TNI AU dalam Air Maneuver Exercise Pitch Black 2024
"Dikuti oleh 20 orang prajurit Korps Marinir berupa pelatihan pengoperasian, maupun maintenance peralatan pendukungnya bagi para personel calon pengawak rantis tersebut," tulis keterangan resmi dari Dispenal, dikutip Selasa (30/07).
Pemberian alutsista kepada Korps Marinir adalah bentuk implementasi program prioritas TNI AL untuk membangun organisasi yang modern dan memiliki daya gentar di kawasan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































