KSAL Sebut Pentingnya Kehadiran Alutsista dan Peran Prajurit Kapal Selam

Jakarta, IDM - Korps Hiu Kencana memasuki usia ke-64 pada, Selasa (12/6) kemarin. Kehadiran kapal selam di angkatan laut, khususnya TNI AL merupakan alutsista yang memberikan dampak politis dan efek penangkal bagi pihak lain.
Namun, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI Muhammad Ali, mengatakan peran prajurit kapal selam juga penting dalam menjalankan misinya yang selalu berhadapan dengan resiko musuh, cuaca dan faktor lainnya.
Baca Juga: Brigif PR/17 Kostrad Terima Kunjungan Delegasi Jepang SOO JSDF
"Keberanian, dedikasi dan kesetiaan prajurit dalam menghadapi kondisi inilah yang patut untuk dihargai dan diakui," ujar Ali di sela upacara HUT ke-64 Korps Hiu Kencana di Surabaya, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (13/9).

Menurutnya, prajurit kapal selam harus selalu siap untuk melaksanakan tugas operasi mandiri hingga memasuki wilayah pertahanan musuh yang terdalam.
"Penugasan seperti ini memerlukan fisik yang tangguh, kecerdasan yang prima serta ketabahan emosional yang tinggi," kata Ali.
Baca Juga: Dua Kompi Baja dan Taja Geruduk Kompi Panser Kostrad
Sejak dahulu, lanjutnya, kapal selam menjadi sebuah simbol kekuatan suatu segara sekaligus pengorbanan dalam meraih cita-cita negara. "Pengabdian yang tidak terlihat di kedalaman laut, telah membuktikan semangat tabah sampai akhir," tuturnya.
"Terima kasih kepada seluruh prajurit Hiu Kencana atas dedikasi serta pengabdian yang diberikan kepada bangsa dan negara tercinta dengan terus mengobarkan semangat Wira Ananta Rudira," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































