KSAL Resmikan Simulator Penanggulangan Bahaya bagi Awak Kapal Permukaan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali meresmikan fasilitas Damage Control Simulator di Surabaya, Sabtu (24/2).
Ali menjelaskan simulator tersebut bertujuan agar para prajurit dapat terus berlatih dalam menghadapi kondisi darurat.
Baca Juga: Prajurit Marinir Raih Waktu Tercepat Lomba Renang di Selat Madura
"Serta prajurit dapat dibekali dengan ilmu dan skil untuk mengatasi kebocoran yang mungkin saja terjadi di atas kapal, meskipun tentunya kondisi tersebut sangat tidak diharapkan untuk terjadi," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (26/2).
Ali melanjutkan, Damage Control Simulator ini merupakan sarana penting dalam melatih prajurit dengan dapat mensimulasikan berbagai kondisi lingkungan laut, seperti cuaca buruk, gelombang tinggi dan keadaan cuaca lainnya yang mungkin dihadapi oleh kapal laut.
Baca Juga: Puspenerbad Akan Diperkuat Pesawat Angkut CN235-220 Buatan PTDI
"Sekaligus melatih personel dalam kondisi yang lebih realistis," kata Ali.
"Damage Control Simulator adalah bukti nyata dari komitmen TNI AL untuk meningkatkan keselamatan, dan keamanan dalam rangka mewujudkan TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh," pungkasnya. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































