KSAL Resmi Lantik Laksma Tunggul Jadi Kadispenal

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin serah terima jabatan Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) dan Kepala Dinas Sejarah TNI AL (Kadisjarahal) di Jakarta, Kamis (5/6).
Jabatan Kadispenal diserahkan dari Laksamana Pertama I Made Wira Hady Arsanta kepada Laksamana Pertama Tunggul yang sebelumnya sebagai staf khusus KSAL.
Baca Juga: TNI Data Remaja dan Pelajar yang Berkeliaran di Malam Hari, Dukung Program Gubernur Jabar
Sementara itu, jabatan Kadisjarahal diserahkan dari Laksamana Pertama Hariyo Purnomo kepada Wira. Selanjutnya, Hariyo akan menjabat sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XII di Pontianak, Kalimantan Barat.
"Kolaborasi antar-kedinasan dan stakeholder terkait sangat penting dalam menghadapi era peperangan informasi (information warfare)" kata Ali dalam amanatnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (6/6).
Baca Juga: Forum SAJWG 2025: TNI AU dan RAAF Tingkatkan Kolaborasi Keselamatan Udara
Kepada pejabat Kadispenal dan Kadisjarahal yang baru, Ali berharap TNI AL dapat membangun hubungan yang baik terutama dengan media serta dapat membangun citra positif bagi organisasi yang diwujudkan melalui cipta opini dan penguatan akar-akar sejarah TNI AL.
"Selamat bertugas kepada pejabat Kadispenal dan Kadisjarahal dalam mendukung pelaksanaan tugas sesuai bidang masing-masing," ujarnya. (at)
Hankam

Sehari Setelah Dievakuasi, KSAD Pimpin Langsung Pemakaman Militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin langsung upacara pemakaman militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Trenggalek, prajurit TNI AD yang gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































