KSAL Pakistan Kunjungi KRI Bung Tomo di Aman Exercise 2025

Jakarta, IDM – Pangkoarmada I Laksamana Muda Yoos Suryono didampingi Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama Mohammad Taufik, menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Pakistan Laksamana Naveed Ashraf, di KRI Bung Tomo-357, Karachi, Pakistan, Sabtu (8/2).
"Kunjungan KSAL Pakistan di atas geladak heli KRI Bung Tomo, menjadi kapal perang Indonesia pertama yang dikunjungi dalam latihan bergengsi Aman Exercise 2025," ungkap Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan dalam keterangannya, Minggu (9/2).
Pada kunjungan tersebut, Yoos juga menyampaikan hubungan Indonesia dan Pakistan, khususnya kedua angkatan laut mampu menyatukan kedua bangsa dalam menciptakan stabilitas kawasan.
Baca Juga: TNI Bantu Perluas Akses Penerangan di Kabupaten Nduga
"Hubungan Indonesia dan Pakistan ibarat benang yang menyatukan kedua bangsa yang tidak hanya dalam upaya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga dalam menciptakan stabilitas kawasan," ujar Yoos, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada I.
Sementara Ashraf mengucapkan terima kasih kepada Koarmada I karena telah mengerahkan KRI Bung Tomo beserta para awaknya untuk berpartisipasi dalam latihan bersama multilateral Aman Exercise 2025 di Pakistan.
"Terima kasih kepada komandan dan seluruh awak KRI Bung Tomo atas partisipasinya dalam mengikuti latihan multilateral Aman Exercise 2025 serta berharap hubungan bilateral ini dapat menjadi solusi bersama dalam menghadapi isu-isu maritim," ucapnya.

Sebelumnya, Komandan KRI Bung Tomo Kolonel Laut (P) Dedi Gunawan Widyatmoko, melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima Armada Angkatan Laut Pakistan Laksamana Muda Abdul Munib, Karachi, Pakistan, Jumat (7/2).
Baca Juga: Pasukan Perdamaian Indonesia Laksanakan Misi ISR Flight di Laut Mediterania
"Pertemuan tersebut membahas latihan multilateral Aman Exercise 2025 yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan," ungkap Dedi yang juga selaku komandan satgas Aman Exercise 2025.
Selanjutnya, Munib beserta staf Armada Angkatan Laut Pakistan berkesempatan mengunjungi KRI Bung Tomo yang sandar di dermaga South Asia Pakistan Terminal Limited dan melihat lebih dekat para prajurit kapal dalam mengikuti latihan.
Adapun Aman Exercise 2025 yang diikuti oleh angkatan laut dari 60 negara dengan 30 kapal perang, mengikuti latihan bersama multilateral yang digelar oleh Angkatan Laut Pakistan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yaitu 7-12 Februari.
"Tujuan utama Aman Exercise adalah menyatukan angkatan laut dari berbagai negara untuk bersama-sama menghadapi ancaman di lautan," ujar Munib saat meresmikan pembukaan latihan tersebut.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Calon Pekerja Migran Ilegal di Perairan Bengkalis
Aman Exercise 2025 mencakup dua fase latihan, yaitu pangkalan (harbour phase) dan laut (sea phase) yang melibatkan kapal perang, pesawat, pasukan khusus, tim penjinak bom serta pengamat dari berbagai negara peserta.
Beberapa materi latihan yang bakal digelar selama fase pangkalan mencakup seminar, diskusi membahas rencana operasi, demonstrasi aksi kontra-terorisme, dan perencanaan pra-pelayaran.
Sementara itu, fase laut terdiri dari manuver taktis, latihan-latihan terkait keamanan maritim seperti operasi antibajak laut, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), penembakan senjata, dan latihan anti-peperangan udara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































