KSAL Beberkan Kemudahan Perawatan Kapal Selam Scorpene

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membeberkan pemeliharaan dan perawatan (harwat) kapal selam Scorpene Evolved bakal jauh lebih mudah. Kemudahan ini didorong oleh penguatan fasilitas galangan PT PAL Indonesia serta alih teknologi dari galangan Naval Group, Prancis.
Ali menjelaskan, pengerjaan di dalam negeri memastikan seluruh proses perbaikan rutin maupun perawatan berkala dapat berlangsung tanpa ketergantungan pada galangan luar. Selain kesiapan pangkalan, efisiensi perawatan kapal selam ini melonjak berkat penggunaan teknologi baterai lithium-ion yang menggantikan sistem baterai lead-acid atau timbal-asam konvensional.
“Pembangunan Scorpene Evolved ini dikerjakan di dalam negeri bersama PT PAL melalui alih teknologi. Penggunaan baterai lithium-ion juga membuat pemeliharaan kapal selam ke depan jauh lebih mudah dan praktis dibanding baterai lead-acid,” ujar Ali di Seskoal, Jakarta, Rabu (9/9).
Baca Juga: KSAL: Kapal Induk Garibaldi Tetap Dikawal Khusus Buat OMP
Penyesuaian skema pemeliharaan ini menjadi sorotan utama mengingat Scorpene Evolved merupakan kapal selam buatan Prancis pertama yang bakal memperkuat TNI AL. Selama puluhan tahun, armada kapal selam Satuan Kapal Selam (Satkasel) Koarmada II didominasi oleh alutsista berteknologi Jerman dan Korea Selatan.
Transisi dari platform Jerman dan Korea ke Prancis tersebut menuntut adaptasi total pada sistem perawatan serta rantai pasok suku cadang. Kehadiran teknologi baterai lithium-ion menjadi kunci utama yang memangkas prosedur rumit teknisi, seperti pengisian cairan elektrolit berkala yang wajib dilakukan pada sistem baterai lama.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Tingkatkan Kemampuan Operasi SAR dalam Latma Manyar Indopura 2026
Efisiensi ini memotong durasi perbaikan rutin (downtime) alutsista bawah air, sehingga kesiapan tempur (readiness) armada kapal selam tetap berada di kondisi puncak. Kesiapan ini krusial mengingat dinamika keamanan maritim kawasan yang makin kompleks, mulai dari Laut Natuna Utara, Selat Makassar, hingga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
“Harapan kita, proses di PT PAL bisa langsung berjalan lancar setelah kontrak efektif. Ketika perawatan baterai dan sistem kapal bisa kita tangani secara mandiri, kesiapan kapal selam di laut untuk menjaga kedaulatan Nusantara akan selalu optimal,” tutur Ali.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































