HANKAM

KSAL Beberkan Enam Poin Penting Posisi Maritim Indonesia di Internasional

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali memberikan kuliah umum kepada kepada peserta P3N XXV dan P4N LXVIII 2025 Lemhannas, Jakarta, Rabu (4/6). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membeberkan enam poin penting posisi maritim Indonesia yang dinilai sangat strategis di lingkup internasional.

Hal itu disampaikan Ali saat memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII 2025 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Rabu (4/6).

"Pentingnya pemahaman strategis atas posisi maritim Indonesia dalam konstelasi geopolitik dan geoekonomi global," ungkapnya, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (5/6).

Baca Juga: Jejak Sejarah Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Kalimantan Timur

Sejumlah poin utama yang ditekankan oleh Ali, di antaranya kedaulatan maritim sebagai prioritas nasional, transformasi dan kesiapsiagaan TNI AL, kerja sama internasional dan diplomasi maritim.

"Kemudian, pembinaan sumber daya manusia dan reformasi karier, arah pembangunan jangka panjang serta pemberian rekomendasi strategis," kata Ali.

Ia juga menekankan agar TNI AL mampu bersinergi dengan lembaga terkait untuk menjamin keamanan laut sebagai ruang hidup bangsa dan pilar utama ekonomi nasional.

Saat ini, lanjut Ali, TNI AL tengah berupaya mengembangkan transformasi melalui modernisasi alutsista, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan doktrin dan organisasi.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Wakil PM Australia Richard Marles, Bahas Latihan Militer

"Pembangunan TNI AL dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, mempertinggi kesiapan tempur dan kesiapsiagaan siatem senjata armada terpadu untuk dikerahkan setiap saat serta menjaga citra positif, kepercayaan rakyat dan negara," imbuhnya.

Menurut Ali, perlu komitmen kolektif seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.

"Selaras dengan itu, TNI AL siap mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan kekuatan laut yang modern, profesional, dan tangguh," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.