HANKAM

Jejak Sejarah Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Kalimantan Timur

Monumen pengibaran bendera merah putih pertama
Pembersihan Monumen pengibaran bendera merah putih pertama di Kalimantan Timur. (Foto: Kodim 0913/PPU)

Jakarta, IDM – Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 01/Penajam, Kodim 0913/PPU bersama warga Kelurahan Nenang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, bahu membahu membersihkan sebuah monumen yang berada di perkampungan warga, Rabu (4/6).

Monumen sederhana ini ternyata memiliki jejak sejarah panjang kemerdekaan Indonesia di tanah Benua Etam. Di tempat ini, pertama kalinya bendera Merah Putih berkibar di Kalimantan Timur.

Baca Juga: TNI AD Laksanakan 50 Kegiatan TMMD dalam Waktu Tiga Bulan, Sukses 100 Persen

Dilansir dari berbagai sumber, dikatakan Kelurahan Nenang menjadi basis pertahanan para pejuang melawan Belanda yang terpusat di Balikpapan pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Meriam moncong laras
Meriam moncong laras di Kelurahan Gunung Seteleng. (Foto: Istimewa)

Dijelaskan pula bahwa saat itu bendera Merah Putih dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 Wita, usai para pejuang mendengar berita lewat radio RRI tentang Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta.

Bukti lain tentang perjuangan kemerdekaan ini tergambar juga dari penemuan situs meriam moncong laras di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam. Meriam peninggalan Jepang ini saat ditemukan mengarah ke Kota Balikpapan. Total ada empat pucuk.

Baca Juga: Latgabma Griffin Cakti 2025, Pasukan Khusus Gabungan TNI dan SAF Tangkap Teroris yang Bajak Kapal Tanker

Meriam ini pernah dikuasai oleh para pejuang dan dipergunakan untuk melawan Belanda. Kini menjadi aset pemerintah dan di bawah pengawasan Kodim 0913/PPU dan Koramil Penajam.

Kini beberapa situs meriam tersebut sudah dipindahkan ke Museum Mulawarman di Kota Balikpapan, dan hanya tersisa satu pucuk di Gunung Seteleng. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.