HANKAM

KSAD Ungkap Alasan Tambah 5 Kodam Baru: Fokus Teritorial Bukan Tempur

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Ricardo Ronald)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan alasan TNI AD menambah lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru.

Menurut Maruli, tugas utama Kodam tetap difokuskan pada kegiatan teritorial dan pendampingan bukan untuk tempur seperti memberantas Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Jadi untuk yang Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial dan pendampingan, bukan untuk tempur, itu penugasannya berbeda," kata Maruli kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9).

Baca Juga: Pangdam Cenderawasih Dorong Masyarakat Kuasai BHD, Bekal Pertolongan di Menit Kritis

Namun lebih lanjut Maruli tidak menepis jika suatu saat di keadaan darurat, Kodam ini dipergunakan untuk memimpin perlawanan terhadap musuh.

"Nah, tapi dengan kondisi darurat, Kodam inilah nanti yang memimpin untuk perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta. Jadi kalau untuk OPM ini hanya satgas yang mengurus, tapi di bawah pendampingan Kodam. Jadi untuk perbantuan masyarakatnya, mungkin ada satu daerah yang dulu kurang diperhatikan, sekarang sudah kondisinya bisa dikuasai aman, barulah Kodam nanti masuk ke situ untuk kegiatan teritorial," jelas Maruli.

Lebih lanjut Maruli membeberkan keberadaan atau lokasi baru lima Kodam tersebut yaitu di Papua Tengah, Flores (NTT), D.I. Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga: TNI Fair 2026, Kostrad Pamerkan Alutsista Modern dan Jejak Sejarah Satuan

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan nanti di acara Puncak HUT ke-81 TNI akan ada pengumuman lima Komando Distrik Militer (Kodam) baru. Nas memastikan akan ada pengumuman sekaligus dari nama dan lokasi Kodam tersebut.

“Iya, rencananya demikian akan ada pengumuman lima Kodam baru,” kata Nas.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.