HANKAM

KSAD Ungkap Alasan Pertahanan Indonesia Tak Gunakan Sistem Perbatasan

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan alasan mengapa pertahanan Indonesia tak menggunakan sistem perbatasan. Menurutnya sejak dahulu pertahanan Indonesia adalah Perlawanan Rakyat Semesta, yaitu berjuang bersama rakyat.

"Konsep pertahanan Negara Indonesia yang digunakan oleh para sesepuh bangsa adalah Perlawanan Rakyat Semesta, yaitu berjuang bersama rakyat," kata KSAD saat meresmikan Monumen Perjuangan Pomad di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, Rabu, (5/6/2024).

Baca Juga: Latma Rimpac, KRI RE Martadinata Lanjutkan Pelayaran dari Bitung ke Hawaii

Konsep ini, lanjut KSAD mengingat luasnya wilayah Indonesia yang berbentuk negara kepulauan, sehingga tidak memungkinkan untuk membuat pertahanan dengan sistem perbatasan.

"Seperti hari ini peresmian Monumen Perjuangan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) mengingatkan kita (TNI AD) untuk terus berjuang bersama rakyat. Untuk itu, saya mengingatkan kepada seluruh Korps di TNI AD, bahwa kita memiliki kewajiban mempertahankan NKRI dengan berjuang bersama masyarakat," jelas KSAD.

Baca Juga: Prajurit Kostrad Harus Jago Perang, Tembak dan Bela Diri

Monumen perjuangan Pomad merupakan renovasi dari Monumen Gajah Mada dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan Korps Polisi Militer TNI AD, khususnya Kompi C Batalyon Garuda yang di tahun 1948 hingga 1949 bertahan di wilayah Panggung Rejo menghadapi Agresi Militer Belanda II dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.