HANKAM

KSAD: TNI AD Berduka dan Kehilangan Salah Satu Prajurit Terbaiknya

KSAD
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memimpin upacara penerimaan jenazah almarhum Serka Anumerta Robertus Simbolon yang gugur akibat penembakan Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Upacara penerimaan pun digelar di Markas Komando Yonif PR 305/Tengkorak Kostrad Karawang Jawa Barat, Rabu (12/4). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima langsung kedatangan jenazah almarhum Serka Anumerta Robertus Simbolon yang gugur ditembak kelompok separatis teroris (KST) Papua. Upacara penerimaan digelar di Markas Komando Yonif PR 305/Tengkorak Kostrad Karawang Jawa Barat, Rabu (12/4).

Pada kesempatan tersebut KSAD didampingi Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik TNI Angkatan Darat dalam tugas operasi menjaga kedaulatan NKRI di Papua.

Baca Juga: Cerita Babinsa Serka Tri Ari Wibowo, Ringkus Perampok yang Todongkan Senpi ke Nelayan

Mewakili negara, Dudung membacakan naskah penerimaan jenazah dari keluarga almarhum yang disampaikan oleh Moraldus Simbolon sebagai kakak sepupu almarhum mewakili pihak keluarga.

"Saya atas nama pribadi dan sebagai Pimpinan TNI Angkatan Darat menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya almarhum yang merupakan salah satu prajurit terbaik TNI Angkatan Darat," kata Dudung.

KSAD
(Foto: Dok. Dispenad)

Ia mengungkapkan bahwa TNI dan TNI Angkatan Darat telah kehilangan prajurit terbaiknya, TNI memberikan penghargaan serta penghormatan tertinggi bagi almarhum yang telah gugur demi tegaknya kedaulatan NKRI.

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa."

Baca Juga: Jaga Stabilitas Keamanan, Prajurit Yonko 468 Kopasgat Siap Tunaikan Tugas di Papua

Serka Anumerta Robertus Simbolon yang merupakan personel Satgas Yonif PR 305/Tengkorak Kostrad, gugur setelah diserang dan terjadi kontak tembak antara pasukan TNI dengan KST Papua di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, pada hari Minggu sore (9/4/2023) sekitar pukul 16.00 WIT.

Serka Anumerta Robertus Simbolon adalah lulusan Bintara tahun 2015. Jabatan terakhir almarhum Bintara Peleton I/B/305/17/1/Kostrad. Almarhum merupakan kelahiran Sitao-Tao, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada 24 Oktober 1994 dan meninggalkan seorang istri bernama Merlita Silalahi serta belum dikaruniai anak.

Usai disemayamkan di Mako Yonif PR 305/Tengkorak Kostrad, almarhum akan diterbangkan ke Medan untuk prosesi pemakaman dengan upacara militer di kampung halamannya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.