KSAD Terima Dua Penghargaan di Singapura

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima penghargaan dua kualifikasi kemampuan militer dari Angkatan Darat Singapura, yaitu Kualifikasi mengendarai Ranpur Terrex dan Honorary Master Parachutist Wing (Brevet Kehormatan Penerjun Payung Utama). Kedua kualifikasi ini diterima Jenderal Dudung saat melakukan kunjungan kehormatan ke Singapura. Jumat, (18/11).
Dalam kunjungan kehormatan di 3rd Singapore Division, Dudung berkesempatan mengendarai Terrex ICV (Infantry Combat Vehicle) yang merupakan kendaran tempur pasukan Infanteri Angkatan Darat Singapura. Usai kegiatan tersebut, Brigadier General Goh Pei Ming selaku Komandan 3rd Singapore Division memberikan piagam kehormatan atas kualifikasi yang dicapai oleh Jenderal Dudung.

Selanjutnya, Dudung juga menerima Brevet Kehormatan Penerjun Payung Utama AD Singapura yang disematkan langsung oleh Panglima Angkatan Darat Singapura, Major General David Neo Chin Wee di Mabesad Singapura.
Pemberian kedua Kualifikasi Kemampuan Militer ini merupakan bentuk apresiasi dari AD Singapura kepada Dudung dalam meningkatkan dan memperkuat kerja sama serta persahabatan antara kedua AD negara tetangga.

Baca: TNI AD Ambil Alih Aset BP TWP di Bandung
“Saya berterimakasih, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dan TNI AD. Semoga persahabatan saya dengan Mayjen David Neo akan semakin memperkuat hubungan baik antara TNI AD dan AD Singapura,” kata Dudung. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































