KSAD: Prabowo Minta Setiap Kodam Harus Punya Batalyon Kesehatan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan sesuai intruksi presiden Prabowo Subianto bahwa setiap Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia harus memiliki Batalyon Kesehatan.
Hal ini diungkapkan Maruli terkait rencana pembentukan 100 Batalyon TNI AD saat acara Rapim TNI AD 2025 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Pesan KSAD untuk Jemaah Umrah: Agama Membuat Karya Kita Memiliki Arti
"Petunjuk dari Presiden (Prabowo Subianto) yang pada saat itu sejak beliau dari Menteri Pertahanan, kita akan membentuk 100 batalion. Karena 100 batalion ini disela-selanya kita harap paling tidak di setiap kodam itu nanti ada batalion kesehatan. Kita di beberapa kodam ini sudah ada rumah sakit lapangan," kata Maruli.
Lebih lanjut eks Panglima Kostrad ini menjelaskan bahwa rencana ini akan dimaksimalkan semua, sementara yang belum ada (Batalyon Kesehatan) akan dikerjakan secara manual.
Maruli juga menjelaskan terkait anggaran di Angkatan Darat khususnya, tidak akan ada kendala banyak untuk segala macam sudah kebijakan ini.
Baca Juga: PMPP TNI Beri Bantuan Pendidikan dan Perbaiki Rumah Keluarga Prajurit yang Gugur di Lebanon
"Kan beliau (Presiden) menyampaikan efisiensi. Efisiensi itu mengefisiensikan yang berlebihan. Nah kalau di Angkatan Darat ya sudah efisien selama ini.
Kami tidak punya studi banding, kami tidak punya ini. Kegiatan kami itu sudah terprogram dari sejak awal dengan baik. Jadi hampir tidak ada," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































