KSAD Pimpin Laporan Kenaikan Pangkat, 5 Kolonel TNI AD Pecah Bintang

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin laporan kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabesad, Jakarta, Rabu (15/11). Sebanyak lima kolonel melaporkan kenaikan pangkat dan enam perwira tinggi menjadi mayor jenderal.
Dengan kenaikan pangkat ini, Agus berharap dapat menjadi motivasi dan membawa dampak positif dan perubahan yang signifikan di tempat penugasan yang baru.
Baca Juga: Netralitas Pemilu 2024, KSAL: Marinir Tak Pernah Ikut Campur Politik Praktis
Para perwira tinggi yang melaporkan kenaikan pangkatnya, yaitu
Mayjen TNI Joko Purnomo (Pa Sahli Tk. III KSAD Bid. Polkamnas),
Mayjen TNI Djashar Djamil (Pa Sahli Tk. III KSAD Bid. Komsos),
Mayjen TNI Moh. Naudi Nurdika (Danpussenarmed),
Mayjen TNI Sun Suripto (Staf Ahli Bid. Geologi dan Politik BIN),
Mayjen TNI Yenny Purnama (Kapuskes TNI),
Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar (Tenaga Ahli Pengajar Bid. Strategi Lemhanas).
Baca Juga: Prabowo Serukan Penghentian Permusuhan di Gaza: Upaya Gencatan Senjata Terus Dilakukan
Sedangkan lima orang perwira yang pecah bintang terdiri dari
Brigjen TNI Muhammad Thohir (Danrem 044/Gapo Kodam II/Swj),
Brigjen TNI Zainul Bahar (Danrem 072/Pmk Kodam IV/Dip),
Brigjen TNI Jursal Harun (Dirum RSPAD Gatot Soebroto),
Brigjen TNI Leo Rajendra (Kabinda Kalimantan Timur BIN),
Brigjen TNI Kristijarso (Wakil Dekan Bid. Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































