KSAD Periode 1998-1999 Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo Meninggal Dunia

Jakarta, IDM – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 1998-1999 Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo meninggal dunia.
Subagyo dilaporkan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin (19/10) pada pukul 16.20 WIB. Markas Besar TNI mengonfirmasi kabar tersebut.
Baca Juga: 798 Calon Bintara TNI AU Rampungkan Latihan Berganda
“Betul, kita semua berduka atas kepulangan beliau dan sama-sama kita doakan semoga husnul khatimah,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas.
Selama berkarier di TNI, Subagyo beberapa kali mengemban jabatan strategis. Abituren Akademi Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1970 tersebut pernah menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) era presiden Soeharto.
Kemudian, Subagyo menjabat Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Panglima Kodam IV/Diponegoro, dan Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad), sebelum menjadi orang nomor satu di matra darat.
Baca Juga: Panglima TNI Bicara Modernisasi Alutsista hingga Dinamika Tantangan Global
Subagyo juga pernah terlibat dalam operasi legendaris TNI, yakni Operasi Woyla di Thailand. Ia juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP) terkait peristiwa 1998.
Rencananya, almarhum Subagyo akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/10) siang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































