KSAD Pastikan Kesiapan Pelayanan Kesehatan untuk KTT G20 di Bali

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan kesiapan pelayanan kesehatan (Yakes) untuk
pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.
Hal ini diungkapkan Dudung saat mengecek secara langsung kesiapan Tim Medis untuk pelayanan kesehatan bagi delegasi negara peserta G20. Selasa, (8/11).

"Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G2O Indonesia tersebut," kata Dudung yang bertugas sebagai penanggung jawab bidang kesehatan ini.
Baca: Satgas Yonarmed 1 Kostrad Gandeng Brimob Polda Maluku Pastikan Keamanan Negeri Kariu
Usai menerima paparan dari Kakesdam IX/Udayana selaku Dansubsatgas Medis G20, KSAD didampingi Pangkostrad, Irjenad, Danpuspomad, Kapuskesad, Asops Kasad, Asintel Kasad, dan Aslog Kasad melakukan peninjauan ke Rumah Sakit BIMC Nusa Dua, Rumah Sakit Siloam dan Tim Mobile di Garuda Wisnu Kencana. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































