KSAD Maruli: Selain Jepang, Cina Juga akan Bantu Tangani Karhutla

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut selain negara Jepang, ada Cina yang juga akan membantu Indonesia menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hal ini dikatakannya saat gelaran acara MUNAS ke-XX PJSI Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).
"Jadi untuk penanganan Karhutla kita sudah mengerahkan helikopter yang juga sudah dilengkapi dengan water bombing. Dan juga ada rekanan yaitu negara Jepang yang membantu, nanti mungkin dari Cina untuk membantu mengatasi kebakaran ini," kata Maruli.
Baca Juga: KSAD Maruli Terpilih jadi Ketua PB PJSI, Target Bawa Judo Indonesia Naik Peringkat
Lebih lanjut kata Maruli penanganan Karhutla tahun ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, walaupun intensitas El Nino-nya jauh lebih besar.
"Ini sebetulnya kalau dilihat dengan kondisi kemarau yang luar biasa ini, itu potensi kebakarannya itu jauh lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya. Namun saya kira rekan-rekan media sendiri lihat bagaimana Presiden Prabowo turun langsung supaya meyakinkan mengatasi Karhutla ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Maruli.
Operasi Water Bombing
Sementara itu, dilansir dari keterangan Penpuspenerbad, Sabtu (12/9), saat ini upaya membantu penanggulangan Karhutla sudah dijalankan Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad mengerahkan 2 helikopter MI-17 V5 No. Reg HA-5234 dan HA-5235 yang melaksanakan operasi pemadaman udara dengan metode water bombing, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemadaman dan pengendalian titik api dari udara.
Baca Juga: Bantu Penanganan Karhutla Kalimantan, Chinook Militer Jepang Ditempatkan di Lanud Supadio
Dengan kemampuan membawa hingga 2.500 liter air dalam satu kali water bombing, MI-17V5 menjangkau area terdampak yang sulit diakses melalui jalur darat. Secara berulang, air dijatuhkan secara presisi ke titik-titik api untuk membantu menekan kobaran dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
"Dari udara untuk negeri. Dedikasi, profesionalisme, dan sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan dalam menghadapi Karhutla di Kalimantan Selatan. Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad terus hadir memberikan dukungan melalui operasi udara demi menjaga lingkungan, melindungi masyarakat, dan mencegah meluasnya dampak kebakaran. Bersama, kita jaga Kalimantan Selatan," tulis keterangan Penerbad.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































