KSAD Maruli: Prajurit Senior Juga Bisa Diperintah Intinya Komunikasi

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru disertijab Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan persoalan memimpin para prajurit yang lebih senior tidak akan menjadi masalah baginya, karena yang penting adalah komunikasi.
Baca Juga: Kabar Gembira, Uang Lauk Pauk Prajurit Akan Naik dari Rp88 Ribu Menjadi Rp200 Ribu
"Mengenai senioritas, itu biasa karena kami juga mulai dari Dandrim ada senior. Yang penting komunikasi dengan baik," kata Maruli usai upacara Sertijab KSAD di Mabesad, Jumat, (1/12/2023).
Ia menjelaskan tradisi senioritas di kita (tentara Indonesia) adalah yang paling kuat dan menjadi tatanan yang sudah berjalan sejak dulu.
Baca Juga: Serahkan 8 Heli Baru, Prabowo: Rakyat Indonesia Bangga pada TNI AU
"Ini mungkin tentara di dunia ini hanya kita yang sangat kuat. Tapi letaknya kekuatan kita ini ternyata di situ. Jadi bukan berarti senior tidak bisa diperintah, itu tatanan yang sudah berjalan. Dan sudah dikerjakan sekian lama. Saya di korem, Kodam, kasdam, Kostrad semua baik-baik saja," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































