KSAD Lepas Tim Ekspedisi untuk Data Populasi Macan Tutul

Karawang, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar melakukan pelepasan tim ekspedisi macan tutul Jawa di Kawasan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang pada Selasa (18/2).
Tujuan misi tim ekspedisi itu adalah untuk mendata populasi macan tutul di Gunung Sanggabuana. Diharapkan, macan tutul yang hampir punah itu masih hidup bebas sedikitnya 20 ekor di kawasan tersebut.
Baca Juga: KSAD Lepas Sejumlah Satwa Langka di Gunung Sanggabuana
Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam, acara itu juga termasuk melepasliarkan sejumlah satwa langka dilindungi yakni dua burung elang-ular bido betina bernama Cika dan Manis, seekor musang pandan, sebelas landak Jawa dan seekor kijang.
"Hari ini kembali kita melepasliarkan hewan di Sanggabuana. Jadi kalau dilihat dari prosesnya, kita bisa melepas semakin banyak," imbuhnya.
Baca Juga: TNI AL Perlu Pengembangan Sistem Keamanan Pantai untuk Awasi “Choke Point”
"Dan juga kita hari ini melepas tim untuk melaksanakan survei untuk macan tutul di Sanggabuwana ini. Kalau perkiraan, mungkin mudah-mudahan lebih dari 20 [ekor]. Kita harapkan ini kita terus jaga bersama," sambungnya.
KSAD Maruli juga menyerahkan kamera dan GPS kepada tim ekspedisi macan tutul Jawa yang terdiri dari Sanggabuana Wildlife Ranger, prajurit Menlatpur Kostrad Sanggabuana dan Sintas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































