HANKAM

KSAD Geram Perumahan TNI jadi Markas Judol: Sangat Memalukan, Dihukum Tegas!

KSAD Maruli Simanjuntak
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengaku geram rumah dinas TNI AD digunakan sebagai markas judi online (judol). Hal ini dikatakannya menanggapi kasus operasional judol di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Cijantung, Jakarta Timur.

Maruli memastikan oknum prajurit yang menempati rumah dinas tersebut sudah ditahan oleh Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) Jaya.

Baca Juga: Yonif TP 926/PL akan Disinergikan dengan Batalion Zeni untuk Percepat Pembangunan di Perbatasan RI-Malaysia

"Sudah, orang yang menyewakan tempat tersebut ya kemungkinan dia tahu, kita sudah tahan, sudah di Pomdam Jaya sekarang, sudah kita terus selidiki, perlu waktu ya," kata Maruli kepada wartawan di Mabesad, Jumat (9/10).

Lebih lanjut Maruli juga menegaskan jika terbukti bersalah oknum prajurit tersebut akan ditindak tegas, TNI AD katanya tidak akan melindungi perbuatan tersebut.

"Tapi yang jelas, enggak mungkinlah kita melindungi yang seperti itu. Ya, ini justru hal yang sangat memalukan buat kami. Dan sebetulnya kompleks tersebut juga untuk pensiunan, ada juga yang aktif, sehingga digerebek oleh mereka sendiri, tanpa sepengetahuan. Saya pikir kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan saya pikir bagus kan jadinya," kata Maruli.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas juga mengatakan Pomdam Jaya telah menahan satu oknum TNI dari kasus ini.

Oknum TNI yang ditahan itu bernama Letkol (Inf) Arman yang diketahui sebagai Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap (Kasi Intel Gartap) 1/Jakarta.

Baca Juga: Berawal dari Operasi Badai Kasuari 3.10, TNI Klaim Tembak Mati Danops dan Dua Anggota OPM

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono mengungkap kronologi terbongkarnya dugaan aktivitas judi online (Judol) yang beroperasi di sebuah rumah di kawasan Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur. Dalam operasi tersebut sebanyak 11 orang yang diduga sebagai operator diamankan, berikut sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP

“Pengungkapan tersebut berawal dari laporan dan kepedulian warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan tersebut, Minggu (4/10). Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi lokasi dan mengamankan tempat serta barang bukti untuk proses lebih lanjut,” kata Donny kepada wartawan, Kamis (8/10).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.