KSAD dan Komandan Jenderal Angkatan Darat Filipina Bahas Sejumlah Kerja Sama Militer

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima kunjungan kehormatan Komandan Jenderal Angkatan Darat (Kepala Staf Angkatan Darat) Filipina, Lieutenant General Romeo S Brawner Jr, di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin (17/7).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas peningkatan kerja sama militer, termasuk pembahasan keamanan wilayah regional di kawasan Asia Tenggara juga kerja sama pertukaran pendidikan siswa Sesko Angkatan Darat kedua negara.
Baca Juga: Prajurit Yonarmed 6 Divif 3 Kostrad Gelar Latihan Menembak Senjata Berat
Pada kesempatan tersebut Jenderal Dudung Abdurachman juga menyematkan Brevet Kehormatan serta menyerahkan sertifikat Jump Master TNI AD kepada Lt. Gen Romeo S Brawner Jr sebagai jalinan persahabatan antara TNI AD dengan Angkatan Darat Philipina.
Rencananya setelah kunjungan ini, Lt. Gen Romeo S Brawner Jr juga akan melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Komandan Jenderal Kopassus. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































