KSAD Bertemu Jenderal Roy Galido, Bahas Keamanan Asia Tenggara

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima kunjungan kehormatan Komandan Jenderal Angkatan Darat Philipina, Letnan Jenderal Roy Galido. Pertemuan berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta, pada Rabu Senin, (10/7/2024).
Baca Juga: Pangkostrad Sertijab Pejabat Strategis di Kostrad, Ini Daftarnya
Dilansir dari podcast resmi TNI AD, Warastra News 51 Rabu, (10/7) dikatakan kunjungan kehormatan ini diawali dengan upacara penghormatan militer yang dihadiri kedua Kepala Staf Angkatan Darat di lapangan Mabesad. Kegiatan di lanjutkan dengan courtesy call di ruang tamu KSAD, kedua pimpinan Angkatan Darat tersebut membahas peningkatan kerjasama militer antara kedua negara.
Baca Juga: PBB Sambangi Mabes TNI, Bahas Pasukan Perdamaian
"Saat courtesy call dibahas peningkatan kerjasama militer antara kedua negara termasuk membahas keamanan regional di kawasan Asia Tenggara dan kerja sama pertukaran pendidikan angkatan darat kedua negara," terang penjelasan podcast resmi TNI AD, Warastra News 51. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































