HANKAM

KSAD: Batalyon Penyangga Daerah Rawan Adalah Ide Prabowo yang Luar Biasa

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan Batalyon Infanteri (Yonif) Penyangga Daerah Rawan (PDR) yang baru diresmikan Panglima TNI adalah ide Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto.

"Saya kira ini ide (Yonif Penyangga Daerah Rawan) dari Pak Menhan (Prabowo Subianto) ini sangat luar biasa. Sehingga nanti mereka membantu di daerah-daerah tersebut, bisa dalam pertanian, peternakan dan juga keseharian mereka, apa yang bisa dibantu. Berikutnya pertumbuhan ekonomi di sana, Karena nanti kalau ada satu batalyon PDR ini dengan anggota seribu lebih, paling tidak gaji itu lebih dari 5 Miliar dan akan berputar di sana. Kegiatan informal di sana, mulai dari tukang jahit, tukang cukur akan tumbuh di sana," kata Maruli di Monas, Rabu, (2/10).

Baca Juga: Panglima Resmikan 5 Batalyon Penyangga Daerah Rawan, Ini Daftarnya

Ia menjabarkan bahwa Yonif ini nantinya memiliki beberapa kompi salah satunya kompi produksi khusus membantu program pemerintah seperti pertanian dan peternakan.

"Nanti akan didukung alat-alat pertanian untuk mereka bisa membantu masyarakat di sana. Para prajurit ini juga akan diberikan pelajaran pertanian Nanti ada lagi yg dari Universitas Pertanian (Unhan). Nanti ada Bintara khusus yang sudah dalam pendidikan militernya sambil ada pertanian," jelas Maruli.

Baca Juga: Kemhan Serahkan 769 Alpalhankam untuk Tiga Matra, Langsung Diterima Panglima TNI

Sebelumnya diberikan Panglima TNI meresmikan 5 batalyon infanteri (Yonif) penyangga daerah rawan. Batalyon ini semuanya berada di Papua di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari.

Batalyon tersebut yaitu, Yonif 801/Ksatria Yuddha Kentsuwri (Kabupaten Kerom), Yonif 802/Wimane Mambe Jaya (Kabupaten Sarmi), Yonif 803/Nduka Adyatma Yuddha (Kabupaten Boven Digoel), Yonif 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha (Kabupaten Merauke) dan Yonif 805/Ksatria Satya Waninggap (Kabupaten Sorong). (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.