KSAD Akan Evaluasi Penambahan Prajurit di Perbatasan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan akan mengevaluasi bilamana diperlukan penambahan jumlah personel TNI AD di perbatasan.
Hal ini dikatakannya saat memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Kamis (25/1/2024).
Baca Juga: Lanal Tolitoli Gencar Patroli Pengamanan Pulau Terluar di Sulawesi Tengah
KSAD mengatakan bahwa saat ini untuk meng-cover wilayah perbatasan yang begitu luas, TNI AD telah menambah satuan kewilayahan, serta menambah dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas).

“Sebenarnya sudah ada penambahan dua Kodim, dan sementara dua Batalyon penugasan yang sudah ada. Ini kita evaluasi lagi, kita akan sesuaikan dengan jumlah prajurit Angkatan Darat,“ kata KSAD.
Baca Juga: Ini Peran Female Peacekeepers Indonesia untuk Jaga Keamanan Perempuan dan Anak di Kongo
TNI AD telah meresmikan sua Kodim baru di Kalimantan yaitu Kodim 1209/Bengkayang dan Kodim 1210/Landak yang ada di bawah Komando Korem 121/Abw.
Keberadaan Kodim baru ini diharapkan nantinya dapat mendorong Pemerintah Daerah dalam melakukan percepatan pembangunan di masing-masing wilayah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































