KSAD Akan Evaluasi Jika Kualitas Kaporlap Prajurit TNI AD Kurang Bagus

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan akan mengevaluasi kalau kualitas perlengkapan perorangan lapangan (Kaporlap) prajurit TNI AD mulai dari sepatu, pakaian, kaos kaki hingga topi kurang bagus.
Hal ini dikatakannya saat memberikan pengarahan kepada prajurit dan PNS Jajaran Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya dan Brigif 16/Wira Yudha usai menutup TMMD ke 122 di wilayah Kodim Kediri, Jumat, (1/11).
Baca Juga: Usai Latihan Pratugas, Helikopter Panther HS-1306 Siap Jalankan Misi Perdamaian ke Lebanon
"Prajurit TNI AD di seluruh Indonesia akan mendapatkan Kaporlap. Kalian semua silahkan evaluasi, kalau kualitasnya dirasa kurang bagus, silahkan sampaikan, contoh kalau sepatunya jelek, sampaikan saja, kami akan evaluasi dan berusaha memberikan yang terbaik untuk prajurit," kata Maruli dikutip keterangan Dispenad, Sabtu, (2/11).
Lebih lanjut beberapa hal yang menjadi atensi Maruli, bahwa para prajurit harus memiliki kebanggaan menjadi tentara, karena berdasarkan lembaga survei, kepercayaan publik terhadap TNI mencapai lebih dari 92 persen dan masih tetap yang tertinggi.
Baca Juga: TNI AL dan Cina Rencanakan Latihan Bersama ‘Heping Garuda’ Desember 2024
"TNI Angkatan Darat juga memiliki program unggulan untuk membantu pemerintah dalam ketahanan pangan yaitu melalui program TNI AD Manunggal Air, Ketahanan Pangan maupun bersatu dengan Alam untuk menjaga lingkungan," kata Maruli.
Kemudian, terkait alutsista dan persenjataan, Maruli menegaskan bahwa TNI AD mengikuti kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































