HANKAM

Kronologi TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Babel

kapal cepat
Satu unit kapal cepat tanpa awak pengangkut 97 karung pasir timah ilegal senilai Rp3,46 miliar saat diamankan petugas di perairan Bangka Belitung, Senin (29/6). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Tim gabungan TNI AL menggagalkan penyelundupan 3,88 ton pasir timah ilegal di Perairan Karang Kering Bedukang, Riau Silip, Bangka Belitung, Senin (29/9). Petugas menyita puluhan karung timah siap kirim yang hendak diselundupkan ke luar negeri.

Penyergapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai rencana pengapalan timah secara ilegal. Satgas gabungan dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung, Satgassus Satintelmar Pusintelal, Detasemen Koarmada RI, Dankodaeral III, hingga Satgas Bais TNI langsung mengepung jalur perairan rawan.

Baca Juga: Bahas Stabilitas Kawasan, Dirjen Strahan Kumpulkan Athan Negara Sahabat

Saat menyisir kawasan Karang Kering Bedukang, petugas mengendus keberadaan satu unit kapal cepat (HSC) yang kandas di lokasi. Kapal tanpa awak tersebut menggunakan enam unit motor tempel berdaya masing-masing 200 PK untuk melesat di lautan. Petugas langsung mengamankan perahu motor tersebut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul membeberkan kronologi penangkapan serta rincian muatan ilegal yang berada di dalam kapal cepat tersebut.

"Penindakan dilakukan setelah tim menerima informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan pasir timah ke luar negeri. Saat dilakukan pemeriksaan, kapal cepat tersebut diketahui mengangkut sebanyak 97 kampil pasir timah dengan total berat sekitar 3,88 ton," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (30/6).

Tunggul menegaskan, ketegasan petugas di lapangan berhasil menyelamatkan komoditas strategis negara dari upaya penjarahan.

Baca Juga: Empat Alasan KSAD Maruli Raih Gelar Kehormatan Lemhannas

"Nilai ekonomi barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp3,46 miIiar. Penindakan ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan melindungi kekayaan sumber daya alam nasional," kata Tunggul.

Petugas kini membawa seluruh barang bukti 97 karung pasir timah beserta kapal cepat bermesin enam tersebut ke pangkalan terdekat untuk proses hukum lebih lanjut. TNI AL juga memperketat patroli di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi pergerakan pelaku lain.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.