HANKAM

KRI Sultan Iskandar Muda dan Fregat Jerman Simulasi Darurat di Laut Mediterania

KRI Sultan Iskandar Muda-367
KRI Sultan Iskandar Muda-367 bersama fregat Jerman latihan penyelamatan kapal rusak di Laut Mediterania, Rabu (17/9). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – KRI Sultan Iskandar Muda-367 menggelar latihan simulasi darurat bersama kapal perang milik Angkatan Laut Jerman, yakni fregat FGS Sachsen-Anhalt F-224 di Laut Mediterania, Rabu (17/9).

Dalam misi di bawah bendera Pasukan Penjaga Perdamaian PBB untuk Lebanon (Unifil) kedua kapal perang tersebut berlatih menghadapi skenario kapal rusak mesin dan harus ditarik ke pelabuhan terdekat.

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL Kini Gunakan Listrik Darat, Efisiensi BBM Terjaga

Komandan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P Unifil, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah menjelaskan latihan ini melibatkan proses penembakan tali pemandu dari fregat FGS Sachsen-Anhalt F-224 ke KRI Sultan Iskandar Muda-367. Kemudian, dilanjutkan penyambungan tali yang lebih besar agar kapal bisa ditarik.

"Kedua kapal secara bergantian berperan sebagai kapal yang mengalami kerusakan maupun kapal penarik sehingga prajurit terlatih menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat di laut," jelas Annurullah yang juga selaku Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (18/9).

Ia menegaskan pentingnya simulasi darurat ini untuk melatih keterampilan sekaligus kesigapan prajurit di lapangan sehingga lebih siap dalam melaksanakan tugas operasi.

"Latihan ini juga memperkuat kerja sama dan interoperabilitas antara TNI AL dengan Angkatan Laut Jerman di bawah mandat Unifil,” ujar Annurullah.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Wakasau Pimpin Sertijab Kapuskodalau

KRI Sultan Iskandar Muda-367 membawa 120 prajurit TNI AL, meliputi 105 awak kapal dan membawa 15 personel pendukung yang terdiri dari pilot, teknisi mesin dan kru pesawat serta perwira kesehatan, intelijen, psikologi, penerangan hingga melibatkan personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan penyelam.

Per Januari 2025, kapal yang tergabung dalam Satgas (MTF) TNI Konga XXVIII-P Unifil tersebut resmi menggantikan KRI Diponegoro-365 dari unsur Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O Unifil yang telah mencapai akhir penugasan, setelah 14 bulan menjadi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, sejak awal 2024 lalu. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.