KRI Singa-651 Kibarkan Merah Putih di Mercusuar Ambalat, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jakarta, IDM - Kapal markas milik TNI AL, KRI Singa-651 menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan Indonesia-Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (17/9).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (18/9), di bawah kendali operasi Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama Edi Haryanto, kapal tersebut mengibarkan merah putih dengan perbaikan dan perawatan tiang bendera mercusuar di Karang Unarang.
Baca Juga: 158 Siswa Setukpa Angkatan ke-29 Rampungkan Latihan Berganda ‘Semeru Sakti’
KRI Singa-651 yang berlayar di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), menurunkan satu unit sea rider dan langsung menuju ke mercusuar yang berdiri kokoh di tengah laut, yang posisinya berdekatan dengan Perairan Sipadan Ligitan, Malaysia.
Fasilitas mercusuar yang terawat ini dapat mendukung pengibaran bendera merah putih sebagai eksplanasi Kedaulatan NKRI yang mutlak di perbatasan RI- Malaysia.
Baca Juga: 5 KKB Ditembak Mati, TNI Sita Sejumlah Barang Bukti di Yahukimo
Selain itu, usur-unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Guspurla II yang tergabung dalam Operasi Karang Baruna wajib mekaksanakan pengecekan agar bendera merah putih di wilayah tersebut tetap berkibar. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































