Selasa, 27 Februari 2024

158 Siswa Setukpa Angkatan ke-29 Rampungkan Latihan Berganda ‘Semeru Sakti’

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Sebanyak 158 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) angkatan ke-29 berhasil merampungkan Latihan Berganda (Latganda) ‘Semeru Sakti’ yang digelar di Wonogiri Jawa Tengah dan Pacitan Jawa Timur selama 6 hari.

Latihan ditutup melalui upacara militer yang dipimpin oleh Komandan Setukpa, Kolonel Pnb Sonny Irawan mewakili Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Ridha Hermawan dan dilaksanakan di Detasemen Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (17/9).

Dalam amanat tertulisnya, Danlanud Adi Soemarmo berharap dengan berakhirnya latihan ini, setiap siswa dapat semakin termotivasi untuk lebih giat berlatih dan belajar guna menghadapi setiap dinamika tugas yang semakin kompleks di masa depan.

Baca Juga: Jelang Latma Ausindo 2023, Pesawat Tempur hingga Pesawat Tanker RAAF Tiba di Manado

“Saya menekankan kepada para siswa untuk selalu menjaga kesehatan serta mentaati segala aturan yang ditetapkan oleh para pelatih dan instruktur, agar segala kegiatan belajar mengajar serta latihan dapat berjalan lancar sampai dengan penutupan pendidikan,” ungkap Danlanud Adi Soemarmo.

Siswa Setukpa A-29
Upacara penutupan Latganda siswa Setukpa A-29. (Foto: Dok. Instagram @lanudadisoemarmo)

Ratusan siswa Setukpa yang berhasil menyelesaikan Latganda ini terdiri dari 140 siswa pria dan 18 siswa Wara. Adapun materi latihan yang harus mereka ikuti meliputi latihan IMPK (Ilmu Medan Peta dan Kompas); latihan survival; dan taktik peleton.

Dikutip dari keterangan foto dalam instagram @lanudadisoemarmo, Minggu (17/9) dijelaskan, latihan IMPK digelar dengan tujuan untuk melatih siswa tentang pengetahuan ilmu medan, orientasi peta, dan bagaimana cara menggunakan kompas, baik pada siang maupun malam hari.

Baca Juga: Flypass Pesawat Tempur hingga Aksi Terjun Payung Kopasgat Ramaikan Gelaran Tari Kolosal ‘Gandrung Sewu’

Latganda kemudian dilanjutkan dengan latihan survival, di mana para siswa diajarkan teknik bertahan hidup di kondisi yang sulit. Dalam latihan ini diskenariokan bahwa jalur logistik bantuan perbekalan untuk pasukan Semeru Sakti-29 diblokir oleh pasukan musuh. Untuk itu, pasukan Semeru Sakti-29 harus melaksanakan survival dengan berburu hewan yang ada di hutan.

Selanjutnya, pada latihan taktik peleton diskenariokan, pasukan pengintai mengumpulkan informasi tentang sasaran yang akan direbut. Setelah informasi intelijen dididapatkan, pasukan Semeru Sakti-29 berkoordinasi untuk melakukan penyerangan dan merebut Detasemen Pacitan yang sebelumnya telah dikuasai musuh. (yas)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER