KRI RE Martadinata Tembak Sasaran di Samudra Pasifik dengan Meriam 76mm

Jakarta, IDM – KRI RE Martadinata-331 melakukan penembakan meriam 76mm dalam kompetisi Naval Surface Firing Support (NSFS) Rodeo di Samudra Pasifik, Minggu (21/7).
NSFS Rodeo merupakan kompetisi penembakan meriam utama yang diikuti oleh seluruh unsul kapal perang yang tengah menjalani tahap laut (sea phase) dalam latihan bersama Rim of The Pacific (Rimpac) 2024 di Hawaii, Amerika Serikat.
Adapun kompetisi penembakan meriam ini termasuk dalam jenis latihan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) yang secara nyata berfungsi membantu pasukan pendarat infiltrasi dan garis pantai dengan sasaran Pulau Maya.
Baca Juga: Usai 2 Pekan Latihan di Situbondo, Marinir Indonesia-Amerika Tutup Platoon Exchange 2024
"KRI RE Martadinata berhasil melesatkan tembakan meriam 76 nya dengan ciamik," ujar Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/7).
Secara umum, lanjut Widyo, latihan ini bertujan mengasah profesionalisme prajurit serta memastikan kesiapan seluruh senjata yang dimiliki unsur kapal perang, terutama dalam penembakan meriam utama.

Kapal perang TNI AL yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S itu akan melaksanakan 9 materi latihan selama tahap laut yang akan berlangsung sampai 30 Juli.
Baca Juga: Yonkav 5/DPC Hancurkan Musuh dengan Tank AMX 13
"Sea phase akan dilaksanakan selama tiga minggu non-stop, tanpa sandar di pangkalan," ujar Adam, beberapa waktu lalu, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada II.
Sebanyak 9 materi latihan tersebut, meliputi kompetisi bantuan tembakan ke darat (NSFS Rodeo), pertahanan udara atau rudal (Raidex), anti-kapal selam (Casex), pembekalan di laut (UNREP).
Kemudian, latihan keamanan laut VBSS (MSOEX), operasi lawan udara defensif (DCA), tembakan permukaan (Gunex), Photoex, dan tahap tactical yang nantinya seluruh unsur kekuatan gelar Rimpac akan menghadapi simulasi kekuatan lawan (OPFOR). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































