KRI Radjiman Tunggu Izin Berangkat ke Palestina, KSAL: Lebih Cepat Lebih Baik

Jakarta, IDM - TNI AL berharap secepatnya mendapatkan kepastian izin perintah untuk berangkat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan KRI dr. Radjiman Wedyodiningat-992 secara umum sudah siap untuk diberangkatkan ke Gaza, Palestina.
"Secara umum, kita sudah siap. Tinggal tunggu perintah," ujar Ali kepada awak media usai upacara Hari Armada RI ke-78 di Pondok Dayung, Jakarta, Selasa (5/12).
Baca Juga: KSAL Berharap Kontrak Pembelian Kapal Selam Baru TNI AL Terealisasi 2024
Namun, kata Ali, pihaknya masih menunggu perintah pemberangkatan oleh pemerintah Indonesia setelah mendapatkan izin oleh Mesir.
"Kita sudah koordinasi dengan Mesir juga, dan kita masih menunggu izin dari pemerintah Mesir. Apabila diizinkan, kita segera berangkat," kata dia.
Ali berharap kepastian dari perizinan tersebut segera diterbitkan, karena bantuan dari masyarakat sudah terkumpul sangat banyak, bahkan ia mengaku pihaknya sampai kewalahan menerima berbagai barang yang terus berdatangan.
"Harapan kita lebih cepat lebih baik, karena bantuan dari masyarakat sudah begitu banyak. Kita sampai kewalahan menerima bantuan dari masyarakat," jelaznya.
Baca Juga: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sertijab 3 Jabatan Strategis di Kostrad
"Ini kita tinggal menunggu perintah baik dari Kemlu, Kemhan, maupun dari pemerintah Mesir. Itu yang kita harapkan segera," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Kamis (30/11), KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 sandar di dermaga Kolinlamil, pascaberlayar dari Surabaya, Senin (27/11).
Kapal bantu rumah sakit tersebut telah membawa bantuan dari 80 truk yang sebelumnya dikumpulkan di Koarmada II dengan total 8.566 barang, terdiri dari 4.080 dus, 2.732 karung, 500 boks, dan 1.254 galon.
Dari data yang diterima, bantuan tersebut meliputi 532 karung pampers, 600 karung pakaian anak-anak, 700 karung dan 500 boks pakaian dewasa, 800 dus susu, 650 dus biskuit.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan A.M. Hendropriyono di Kementerian Pertahanan
Kemudian, 1.254 air mineral galon, 1.700 dus air mineral, 460 dus obat-obatan, 450 karung yang memuat selimut, 450 karung jaket, dan 470 dus mie instan.
Tak hanya membawa bantuan yang sebelumnya terkumpul di Koarmada II, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 juga mengangkut bantuan yang terkumpul di Jakarta, yakni di Mako Kolinlamil.
"Untuk (bantuan yang terkumpul) di Kolinlamil sekitar 105 ribu lebih (jumlahnya)," ujar Kasubdis Penum Kolonel Laut (P) Fajar Tri Rohadi, beberapa waktu lalu. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































