KRI Pulau Raas-722 Deteksi Kapal Selam Musuh, Pesawat Pengintai Jatuhkan Ranjau Laut

Jakarta, IDM - Kapal selam musuh terdeteksi oleh radar KRI Pulau Raas-722 yang bpatroli di Perairan Situbondo, Kamis (23/3).
Selanjutnya, Komandan KRI Pulau Raas-722 Mayor Laut (P) Lucky Silviana Hermanto, meminta bantuan kepada Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dan mengerahkan pesawat NC 212-200 Aviocar Skuadron 600 Wing Udara 2.
Operasi ini melibatkan beberapa satuan matra laut yang terdiri dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II serta Puspenerbal.

Pesawat NC 212 -200 Aviocar dengan senyap dan tepat mampu menghancurkan target dengan menjatuhkan satu ranjau laut dengan berat sekitar satu ton melalui udara dan target dapat dihancurkan dengan tepat sasaran.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Kembali Dipercaya Gelar Pertemuan Strategis UN MSC
Kegiatan tersebut adalah skenario latihan Peperangan Ranjau Koarmada II 2023, yakni salah satu upaya agar profesionalisme prajurit tetap terjaga bahkan dapat terus tingkatkan, dan manuver lapangan adalah aplikasi dari peperangan ranjau sesungguhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































