HANKAM

KRI Parang-647 Usir Kapal Vietnam di Selat Durian, Keluar Jalur Pelayaran Internasional

Vietnam
KRI Parang-674 mengusir kapal asing berbendera Vietnam di Selat Durian, Senin (19/5). (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – KRI Parang-647, kapal perang yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I, mengusir kapal asing berbendera Vietnam yang masuk ke perairan Indonesia, yakni di Selat Durian, Senin (19/5).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, mengungkapkan KRI Parang-647 yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Andromeda W. Ciptadi itu mengusir kapal Vietnam dengan na MV Hoa Minh 27.

"Kapal Vietnam tersebut terdeteksi menyimpang dari alur pelayaran internasional," ungkap Yoni, dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/5).

Baca Juga: Puluhan Personel Elektronika Kapal Perang Ikuti Pelatihan Konsol Operator

Dijelaskan bahwa kapal Vietnam MV Hoa Minh 27 keluar dari sistem pemisahan jalur lalu lintas kapal (traffic separation scheme) di perairan internasional, yakni Selat Singapura.

Vietnam
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

"MV Hoa Minh 27 keluar dari alur pelayaran internasional, Selat Singapura saat berlayar dari Pelabuhan Klang, Malaysia, menuju Pontianak, Kalimantan Barat," lanjutnya.

Kemudian, KRI Parang-647 memerintahkan kapal Vietnam tersebut berbalik haluan menuju jalur lalu lintas kapal di Selat Singapura dan mengawalnya hingga memasuki jalur yang benar.

Baca Juga: Cerita Babinsa Bersama Warga Seko Tandu Jenazah Sejauh 30 Kilometer

Sebelumnya, TNI AL juga mengirimkan empat kapal perang untuk berpatroli di wilayah Laut Natuna Utara, Sabtu (10/5) karena maraknya aktivitas kapal nelayan asing di Laut Natuna Utara yang meresahkan masyarakat sekitar.

Adapun keempat kapal perang yang dikirimkan untuk patroli di wilayah Laut Natuna Utara, meliputi KRI Untung Suropati-372, KRI Teuku Umar-385, KRI Sultan Nuku-373, dan KRI Silea-858.

"Sejumlah unsur melaksanakan patroli di perairan Pulau Anambas. Patroli ini dilakukan sebagai upaya menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dan melindungi aktivitas nelayan lokal dari ancaman kapal asing," kata Yoni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.