HANKAM

KRI Mandau-621 Gelar Bakti Sosial untuk Nelayan di Pulau Sebatik

KRI Mandau-621
KRI Mandau-621 singgah di Pulau Sebatik, Sabtu (13/9) untuk menggelar kegiatan bakti sosial seperti pembagian sembako hingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat nelayan. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – KRI Mandau-621 menggelar bakti sosial bagi nelayan dan masyarakat pesisir Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia–Malaysia, Sabtu (13/9), dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI AL.

Kegiatan sosial ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian vitamin, serta pembagian paket sembako. Asisten Logistik Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Kolonel Laut (T) Eko Arie Kurniawan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dua Kapal Perang TNI AL Uji Menembak Meriam hingga Manuver Perang di Laut Natuna

Komandan KRI Mandau-621, Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo menegaskan TNI AL tidak hanya hadir menjaga laut perbatasan, tetapi juga memberikan kepedulian kepada rakyat.

“Selain melaksanakan tugas menjaga kedaulatan laut di wilayah perbatasan, kami juga hadir untuk berbagi kepedulian kepada rakyat,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (15/9).

Ia menambahkan, keberadaan nelayan di wilayah perbatasan sangat penting bagi TNI AL.

“Nelayan adalah mitra strategis, mereka menjadi mata dan telinga TNI AL dalam menjaga keamanan serta menegakkan kedaulatan negara di laut,” kata Rudhiro.

Aksi sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Sebatik yang merasa terbantu dan semakin dekat dengan TNI AL sebagai penjaga kedaulatan sekaligus sahabat rakyat pesisir.

Baca Juga: KSAD: Kejuaraan Judo di Indonesia Beri Pengalaman Dunia untuk Atlet Indonesia

Pulau Sebatik sendiri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Garis batas darat membelah pulau ini, dengan sebagian wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dan sebagian lainnya di Sabah. Situasi tersebut menjadikan Sebatik sebagai salah satu titik penting pengamanan perbatasan Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas kawasan, TNI AL menempatkan pos-pos pengamanan laut di Sebatik, di antaranya Pos TNI AL Sei Pancang yang rutin melaksanakan patroli perairan perbatasan. Di darat, prajurit Korps Marinir juga kerap melakukan patroli patok batas negara untuk memastikan tidak ada pelanggaran dan menjaga kedaulatan wilayah. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.