KRI Kapitan Pattimura Unjuk Gigi Bersama Destroyer Jepang JS Murasame di Perairan Kepri

Jakarta, IDM - KRI Kapitan Pattimura-371 melaksanakan Goodwill Exercise dengan kapal perang perusak atau destroyer milik Angkatan Laut Jepang, JS Murasame (DD-101), di Perairan Utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Sabtu (30/3).
Lokasi latihan kedua kapal perang tersebut dekat dengan jalur pelayaran internasional dunia, tepatnya berada di lepas pantai Tanjung Berakit dan dekat dengan Selat Singapura.

Dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (1/4), KRI Kapitan Pattimura yang tengah menjalani Operasi Gada Sakti 2024, melakukan sejumlah serial latihan bersama JS Murasame, yaitu communication check, RV, manuver taktis dan diakhiri dengan farewell pass.
Baca Juga: Demo Masak ”Kuali Merah Putih” Kodam Kasuari, Bangkitkan Kemanunggalan TNI-Rakyat
Rangkaian latihan diawali dengan briefing di atas kapal perang JS Murasame yang dipimpin oleh Komandan Shimogishi Kosei di Perairan Batam pada Kamis (28/3), dilanjutkan manuver lapangan pada Sabtu (30/3).
Kapal perusak kelas Murasame adalah kelas pertama dari kapal perusak serba guna generasi kedua Angkatan Laut Jepang. Menurut Seaforce, kapal ini memiliki panjang 151 meter, lebar 17,4 meter, draft 5,2 meter, dengan kecepatan 30 knot.

JS Murasame dipesan oleh Angkatan Laut Jepang sari 1990 untuk menggantikan dari kelas Takanami. Kapal destroyer ini dibuat pada 1993 dan diluncurkan setahun setelahnya hingga penugasan perdana dilakukan pada 1996.
Kapal perang destroyer ini dilengkapi dengan enam jenis senjata, seperti meriam utama Oto Melara 76/62 gun di bagian depan dan peluncur rudal vertikal Mk-41 sebanyak 16 peluncur RUM-139 VL ASROC.
Baca Juga: Tiba di Yordania, Ini Rute Penerbangan C-130J Super Hercules yang Angkut Bantuan untuk Palestina
Sementara di bagian tengah, JS Murasame memiliki tiga jenis senjata yang terdiri dari peluncur torpedo 3x2 Type 68 yang beramunisikan torpedo Mk-32, 4x2 peluncur rudal anti-kapal Type 90 serta peluncur rudal vertikal Mk-46 sebanyak 16 peluncur yang beramunisikan rudal anti-udara Mk 48. Di sisi depan dan belakang disematkan senjata penangkis serangan udara (PSU) Mk-15 CIWS.
Selain senjata, JS Murasame memiliki sistem teknologi OYQ-9 Combat Direction System (CDS), termasuk radar OYQ-103 anti-submarine warfare control system dan sistem pendeteksi OPS-24B active electronically scanned array radar dan OPS-28D surface search and target acquisition radar melengkapi JS Murasame serta OPS-20B navigation radar dan pengendali tembakan FCS-2-31 fire control system.
Untuk spesialisasi elektronika, JS Murasame mengandalkan NOLQ-3 ECM/ESM intergrated electronic warfare system. Lalu, ada OQS-5 hull sonar, OQR-2 towed array sonar dan ORN-6C Tactical Air Navigation (TACAN). Kemudian, sistem pengecoh anti rudal Mk-36 SRBOC jaff & decoy launcher dan AN/SLQ-25 Nixie torpedo decoy system. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































