KRI Kakap-811 dan Kapal Perang Filipina Gelar Patroli Keamanan Perbatasan Laut

Jakarta, IDM – KRI Kakap-811 yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II tengah melaksanakan patroli terkoordinasi Philindo XXXVIII 2024 (tahap) 2 bersama Angkatan Laut Filipina di wilayah perbatasan laut Indonesia-Filipina, Kamis (27/6).
Kapal patroli cepat 57 meter jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado itu melakukan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Filipina dengan kapal BRP Artemio Ricarte PS37 dan pesawat patroli maritim PN Aircraft NV394.

"Angkatan Laut Indonesia dan Filipina melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan dari segala bentuk ancaman perompakan serta memperkuat interopabilitas hubungan kedua negara," kata Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/6).
Baca Juga: Prajurit Buaya Putih Bagikan Buku dan Alat Tulis untuk Anak Papua
Tak hanya itu, masing-masing unsur kapal kedua angkatan laut juga menggelar serial latihan yang terdiri dari manuver laut (mannex), komunikasi (commex), passing exercise (passex), semapur (semaphore), photo exercise, dan penghormatan antarunsur sebelum kembali melanjutkan patroli.
Komandan KRI Kakap-811 Mayor Laut (P) Kukuh Dwiyanto, menjelaskan kegiatan patroli dan latihan bersama ini merupakan peran dari angkatan laut Indonesia-Filipina untuk saling berkontribusi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

"Sekaligus meningkatkan profesionalisme dan mengasah kemampuan para prajurit dalam menghadapi berbagai situasi dan ancaman," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Baca Juga: Rimpac 2024: Marinir TNI AL Akan Berlatih Taktik Serangan Udara di Hawaii
Adapun patroli terkoordinasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di dalam Corpat Philindo (Coordinated Patrol Philipina-Indonesia) yang bertujuan menjaga keamanan perairan Filipina dan Indonesia.
Kegiatan patroli ini sekaligus untuk meningkatkan pemahaman bersama dalam penindakan terhadap pelanggaran di laut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sesuai kesepakatan bersama. Selain itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk saling belajar antara kedua angkatan laut dan juga akan meningkatkan kerja sama Indonesia-Filipina. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































