HANKAM

KRI John Lie dan Jet F-16 Latihan Perang Anti-udara di Natuna Utara

guspurla
Latihan peran tempur bahaya udara KRI John Lie-358 dan dua pesawat tempur F-16 di Laut Natuna Utara, Selasa (7/5). (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – Unsur kapal perang TNI AL KRI John Lie-358 dan dua pesawat tempur TNI AU F-16 melaksanakan latihan kesiapan dan kesiagaan personel dan alutsista di Laut Natuna Utara, Selasa (7/5).

Dalam latihan yang dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama Mohamad Taufik, KRI John Lie dan dua pesawat tempur F-16 tersebut melakukan air joint exercise dan air defense exercise.

guspurla
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Adapun air joint procedure merupakan proses pesawat udara kawan akan bergabung dengan unsur atau konvoi gugus tugasnya melalui prosedur komunikasi dan identifikasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak sehingga unsur konvoi suatu gugus tugas tersebut adalah unsur kawan.

Baca Juga: Dua Kapal Patroli Cepat 40 Meter Akan Perkuat Lantamal Surabaya dan Manado

Sementara air defense exercise adalah latihan peperangan anti-udara, mengisyaratkan kepada unsur KRI untuk melaksanakan aksi self-defense menggunakan senjata anti-udara yang dimiliki kapal perang

guspurla
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Rabu (8/5), dalam skenario latihan digambarkan seluruh prajurit KRI John Lie menerima peringatan alarm peran tempur bahaya udara. Lalu, seluruh prajurit siaga menuju pos tempur masing-masing.

Kemudian, dua pesawat tempur F-16 yang salah satunya dipimpin oleh pilot senior Mayor (Pnb) Yusuf Atmaraga dan KRI John Lie dengan komandan Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi dalam peperangan anti-udara.

Baca Juga: Sebanyak 57 Prajurit Yonif 754 Kostrad Dikirim ke Intan Jaya untuk Jalani Operasi Habema

guspurla
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Dua pesawat tempur F-16 juga melaksanakan simulasi serangan udara terhadap sasaran artileri medan dan artileri pertahanan udara dari Satuan Tugas Pertahanan Darat (Satgashanrat).

Pada akhir latihan, Taufik yang on board di atas KRI John Lie menyampaikan terima kasih kepada semua unsur-unsur darat, laut, dan udara yang telah melaksanakan latihan dan komunikasi dengan baik.

"Diharapkan latihan ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka menjaga interoperabilitas antar-matra dan menjaga serta meningkatkan profesionalisme prajurit," ujar Taufik. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.